BAGAIMANA CARA AGAR TERAPI PSIKOLOGI SELALU BERHASIL?

Beberapa hari ini saya berpikir mengenai brief therapy..alias terapi singkat..yang mampu menghilangkan simtom gangguan dengan sangat cepat..bahkan hitungan menit..saya membayangkan jika semua tenaga psikologi memiliki keterampilan tersebut...alangkah tertolongnya para klien..

Namun disisi lain, saya juga mempertanyakan kenapa beberapa klien bisa sembuh sedangkan yang lain sembuh sebentar kemudian gejalanya kambuh lagi. Pertanyaan ini terngiang beberapa hari ini, dan baru tadi pagi saat saya self talk dengan diri saya yang lain...saya menemukan beberapa pendapat...

Salah satunya dalam terapi singkat, kebanyakan kita lebih berfokus pada simtom. Dimana saat simtom tersebut di eksplor, maka simtom itu akan lebih mudah terlihat dan pada akhirnya mudah untuk diredakan...

Terapi ini dinamakan Symtomatic Therapy...

Terapi jenis ini cocok untuk jenis gangguan stres pasca trauma yang "sebabnya jelas", gangguan nyeri dan beberapa jenis psikosomatis... dimana emosi dan pikiran bawah sadar mengalami blocking untuk di proses sehingga dibutuhkan pemrosesan yang bersifat mekanik untuk melepas emosi yang terjebak...

Namun dalam beberapa kasus, teknik ini kurang efektif. Simtom/gejala yang tadinya hilang ternyata kambuh kembali. Kenapa bisa begitu? ternyata gejala tersebut membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh, salah satunya dengan menyelesaikan akar masalahnya...

Terapi ini disebut juga Causal Therapy...

Causal Therapy adalah terapi yang mencari akar masalah lalu menyelesaikannya hingga tuntas.

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan, masalah itu ada berapa jenisnya?

Dalam sudut pandang hipnoterapi klinis, masalah yang dialami klien ada 2 jenis, yaitu :

Pertama, "Unresolved Past Experience" (pengalaman masa lalu yang tidak terselesaikan), misalkan : pengalaman waktu kecil disiksa orangtua, trauma kecelakaan, belum memaafkan orang yang menyakiti di masa lalu...

Ciri masalah ini adalah...meskipun saat ini klien tidak mengalami kejadian itu, namun perasaannya masih terasa sama saat mengalami.

Untuk melakukan terapi jenis masalah ini, dibutuhkan teknik yang advance dan pengetahuan mengenai hipnoanalisa yang mumpuni..untuk melakukan pelepasan dan kemudian penguatan di pikiran bawah sadarnya....

Jenis masalah yang Kedua adalah, "Unresolved Present Isue" (Masalah saat ini yang belum teratasi), misalkan : kemampuan beradaptasi yang rendah, konflik dengan teman, stres karena di vonis sakit parah, tidak lulus ujian, di PHK...

Ciri masalah ini adalah saat masalahnya berhasil diatasi, maka otomatis simtomnya menghilang...

Untuk melakukan terapi dengan jenis ini..dibutuhkan teknik konseling yang berfokus kepada solusi, terapi kognitif dan sejenis...

Jelas sampai disini...

Berikutnya, ternyata yang mempengaruhi keberhasilan terapi adalah dari faktor klien. Ada akronim BICE (Belief, Imajination, Conviction & Expectation)...nah...ini sangat mempengaruhi proses perjalanan terapi nantinya...saat klien datang bukan atas kemauannya sendiri, maka jelas ia tidak memiliki kesiapan untuk perubahan...disini faktor "Conviction" atau kepastian perlu dibangun...

Kenapa harus membangun rasa pasti? karena manusia sebenarnya hidup dalam pencarian rasa aman...manusia tidak akan tenang jika posisinya tidak mencapai kepastian....saat kita di PHK maka ada perasaan tidak pasti karena tidak adanya penghasilan....menjadi sangat berbeda jika kita di PHK namun kita punya penghasilan lain yang berlipat lebih besar...

Sama seperti klien...mereka sakit..galau...dan sebagainya..karena memiliki perasaan tidak pasti akan masa depan...takut ini dan itu jika nanti terjadi...bahkan beberapa sudah me-"label" dirinya secara negatif....ketidakpastian ini yang membuat mereka sakit....

Membangun rasa pasti dalam penerapannya yang kongkrit adalah dengan :

1. Menyelesaikan konflik internal (part therapy), sehingga pendapatnya mengenai sesuatu menjadi satu..bagian-bagian menjadi sependapat...

2. Menyelesaikan masalah masa lalu yang belum selesai (ex: teknik informed child, regression)..membentuk kepastian mengenai pemaknaan masa lalu secara positif...

3. Memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai mekanisme pikiran..bagaimana mengendalikannya..membentuk kepastian mengenai cara berpikir yang benar..dan apa yang mengendalikan klien selama ini...

4. Membangun reseliensi (ketahanan mental) dengan membangun harapan (hope), membangun keterampilan bersyukur (gratitude), membangun kemampuan self talk untuk optimis (optimism)

5. Membangun kemampuan untuk mengatasi masalah..melalui membangun keterampilan kongkrit...atau apapun yang dibutuhkan...hal ini bertujuan membentuk kepastian mengenai perasaan penguasaan (mastery) terhadap tantangan nyata yang dihadapi...dampaknya dapat meningkatkan harga diri...

6. Membangun pemaknaan terhadap kesemuanya yang menghubungkan dirinya sebagai makhluk pribadi, sebagai makhluk sosial, dan makhluk transendensi yang punya hubungan dengan Tuhan...

Dengan banyaknya pemahaman seperti ini, kita mulai dari mana?

Berbicara tentang terapi psikologi, tidak sama dengan terapi medis. Karena setiap psikologi manusia sangat-sangat unik..sehingga tidak ada satu protokol yang benar-benar bekerja 100% untuk semua orang...

Disinilah seorang psikoterapis membutuhkan kecerdasan berimprovisasi...

Salam,

Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog


  The Author

Danang Baskoro, S.Psi., M.Psi