MENGHILANGKAN KECANDUAN

Anda suka merokok? Apakah merokok itu kebutuhan? Apakah rokok itu nikmat rasanya? Apakah menghentikan kebiasaan merokok itu susah bagi Anda?

Memang kebanyakan orang di Indonesia telah mencandui nikotin yang ada dalam kandungan rokok ini. Pada awalnya coba-coba lalu menjadi kebiasaan dan pada akhirnya menjadi kecanduan. Meski begitu sebagian besar pecandu rokok sebenarnya sudah paham akan bahaya rokok yang mengandung zat-zat berbahaya (ex : Nikotin, Pb, CO, Tar dll). Mereka mampu menjelaskan mengenai apa yang akan terjadi jika rokok tersebut terus dikonsumsi. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, kenapa mereka terus melakukannya walau kadang ada keinginan untuk menghentikan kebiasaan tersebut?

Okey, saya tidak akan banyak membahas mengenai kandungan yang ada didalam rokok atau apa yang bisa terjadi pada tubuh Anda jika Anda tetap merokok, karena saya yakin informasi seperti itu sebagian besar sudah Anda ketahui. Pada kesempatan kali ini saya ingin membicarakan bagaimana cara yang tepat untuk menghentikannya.

Cara yang akan saya tawarkan kepada Anda disebut NAC (Neuro Associative Conditioning), yaitu suatu teknik yang berfokus pada pengkondisian pola sel jaringan didalam otak.

ALASAN YANG KUAT

Jika Anda seorang yang berkuasa mungkin Anda bisa memaksa orang disekitar Anda untuk menuruti apa yang Anda mau. Anda bisa saja menyuruhnya mengambil minuman atau makanan sesuka hati dengan kepatuhan orang tersebut karena kekuasaan Anda. Akan tetapi apakah kita tahu apa yang sebenarnya dirasakan orang tersebut? Yah, tidak ada seorangpun yang tahu, apakah dia memang penurut atau didalam hatinya tersimpan umpatan-umpatan yang siap keluar dari mulutnya. Hal ini sama saja dengan Anda yang memiliki suatu kebiasaan buruk lalu ingin berhenti. Apakah yang membuat Anda berhenti melakukan kebiasaan buruk itu adalah orang lain ataukah dari dalam lubuk hati Anda secara pribadi.

Seorang pria pecandu rokok tidak kunjung berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya selama bertahun-tahun hingga pada suatu ketika ia ditegur oleh putri kecilnya yang usianya baru 7 tahun. Tiba-tiba sang anak perempuan yang mungil itu masuk kekamar ayahnya dan dengan nada yang ketus mengatakan “ heiy, ayah berhentilah merokok. Aku ingin ayah tetap sehat dan berumur panjang, karena aku ingin ayah hadir dipernikahanku nanti”. Semenjak saat itu sang ayah tidak lagi melakukan kebiasaan merokok.

Jika kesehatan Anda tidak Anda anggap penting secara pribadi, atau alasan tersebut tidak cukup kuat mendorong tindakan Anda maka Anda bisa membayangkan bahwa kesehatan itu Anda persembahkan untuk seseorang yang istimewa dalam hidup Anda. Anda bisa mempersembahkan usaha Anda untuk anak perempuan/laki-laki Anda, istri/suami Anda, atau untuk orang-orang yang Anda kasihi.

Dengan alasan yang kuat maka Anda tidak akan gamang lagi dalam melangkah untul mencoba membuat perubahan dengan motivasi yang jelas.

RUSAK POLANYA

Disadari atau tidak sebenarnya kita hidup dalam ke-otomatis-an. Kita tidur, lalu bangun, sarapan, berangkat kerja dengan jalur yang sama, makan, hingga kita kembali tidur. Semuanya membentuk suatu rantai yang berkesinambungan yang disebut dengan kebiasaan (habit). Habit atau kebiasaan ini merupakan pola yang terbentuk karena ada proses pengkondisian yang terus-menerus, yang lalu menetap karena ada perasaan “nikmat” didalam perputaran pola tersebut.

Otak kita yang pada dasarnya suka mengejar kenimatan akan terjebak oleh pola ini, karena kita merasa bahwa merokok dapat membuat tubuh rileks/ nikmat. Selama kita terjebak oleh perasaan nikmatnya merokok maka kita akan sulit melepaskan dari kebiasaan tersebut.

Caranya merusak pola yang tepat adalah pertama, pasangkan kebiasaan merokok Anda dengan sesuatu yang tidak mengenakkan, misalkan saat anda merokok (menikmati) anda membaca mengenai dampak dari rokok untuk kesehatan. Hal ini berarti Anda membuat asosiasi bahwa kenikmatan rokok itu tidak menyenangkan.

Kedua, rusak pola waktu merokok. Misalnya jika saat setelah makan yang biasanya adalah waktu yang nikmat untuk merokok, nah..Anda alihkan kekegiatan lain..atau boleh pura-pura lupa kalau waktu itu seharusnya waktunya merokok. Ketiga, Anda harus secara tegas mengurangi jumlah batang rokok yang biasa Anda hisap.

CARI KENIKMATAN PENGGANTI

Jika Anda sedang marah, Anda bisa menahan marah itu dengan paksa akan tetapi kemungkinan besar perasaan marah tersebut akan termanifestasi menjadi bentuk perilaku lain, seperti menyalahkan orang lain, memecah barang atau bahkan menjadi gangguan psikologis ex: psikosomatis.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan kebiasaan buruk yang biasa kita lakukan dan masih dalam tahap yang akut, sehingga kita tidak bisa menghentikannya begitu saja, akan tetapi kita bisa melakukan hal yang lebih aman dengan cara mengganti kenikmatan yang lain yang bisa menguntungkan kita secara fisik khususnya. Anda bisa mencari makanan (yang sehat), buah atau apapun yang Anda sukai. Lalu saat dorongan kebiasaan itu muncul, segera ganti dengan kenikmatan pengganti yang sudah anda siapkan.

BERI HADIAH

Hadiah sangat penting bukan hanya untuk meunculkan perilaku baru, akan tetapi juga untuk memeliharanya. Jika kebiasaan merokok sudah mulai dapat anda kurangi, maka berilah hadiah kepada diri anda sendiri. Hadiah bisa Anda sesuaikan dengan apa yang Anda anggap berharga, seperti jam tangan baru, makanan favorit, tempat wisata dsb.

BANGUN KEBIASAAN TANDINGAN

Selain mengurangi kebiasaan merokok Anda bisa membangun kebiasaan baru yang berhubungan dengan tujuan Anda untuk menghentikan kebiasaan merokok. Jika Anda ingin hidup sehat dan panjang umur, maka bangunlah kabiasaan berolahraga. Dan beri hadiah saat target-target Anda mulai nampak tercapai.

HINDARI MENCOBA-COBA

Para pelatih sirkus tahu jika anjing laut selalu diberikan ikan saat ia meloncati lingkaran yang dipegang oleh pelatih, maka sang anjing laut hanya mau meloncat jika diberi ikan. Oleh karena itu para pelatih mengacak jadwal memberi ikan pada tiap lompatan, agar perilaku anjing laut tersebut dapat melompat. Pada saat terjadi pengacakan jadwal pemberian hadiah, maka otak akan semakin terbawa dengan drama “penasaran” yang dimainkan oleh lingkungan yang memberikan hadiah tersebut.

Prinsip ini juga yang telah membuat penjudi rela menghabiskan harta bendanya untuk sesuatu yang sangat tidak pasti.

Maka dari itu jika Anda sudah mulai bisa menghentikan merokok dan membangun kebiasaan yang baru, pantangan terbesar adalah “mencoba-coba” mengambil batang rokok yang ditawarkan teman Anda. Karena ini membuat otak akan merespon peristiwa ini sebagai “drama” kenikmatan yang membuat keinginan merokok menjadi permanen.

Selamat mencoba dan salam sehat jiwa dan raga..

Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog


  The Author

Danang Baskoro, S.Psi., M.Psi