DIBALIK ANAK YANG MENGALAMI GANGGUAN, ADA ORANGTUA YANG BELUM SEMBUH

Jika saya perhatikan, beberapa pasien remaja dengan gangguan neurotik, mereka memiliki satu persamaan, yaitu orangtua yang bermasalah.

Bermasalah bukan selalu dengan orang lain lho ya. Tapi juga bisa berarti bermasalah dg dirinya sendiri.

Ada yang orangtuanya belum move on dari perceraian. Ada orangtuanya yang selalu bertengkar sepanjang waktu. Ada orangtua yang menahan diri selama bertahun-tahun menyaksikan pasangannya selingkuh. Ada orangtua yang terlilit hutang. Ada orangtua yang masih terbayang-bayang dengan trauma masa lalu. Dan masih banyak lagi

Saat saya konseling dengan anaknya, saya malah banyak melihat tanda-tanda dari orangtuanya yang melalui wajahnya seolah bilang..."help me please"...

Wajahnya terlihat capek, lesu dan nampak menutupinya dengan senyuman, yg saya tahu itu palsu...Lalu ketika saya tatap matanya dan saya tanya, "Ibu, tolong ceritakan yang sebenarnya...",...tiba-tiba meledaklah tangis Ibu tersebut sejadi-jadinya,..seperti bendungan yang jebol terkena banjir bandang...

Ini yang banyak terjadi...Orangtua tidak bisa konsentrasi mengurus anak, saat ia masih "belum selesai" dengan dirinya sendiri...saat ia masih ribet dengan masalahnya...saat ia terlalu butuh mencari kesenangan diluar dengan teman-temannya...

Oleh karenanya, keharmonisan ayah dan ibu sangat memengaruhi suasana pengasuhan secara menyeluruh.

Saat istri menghormati suami, maka suami akan menjadi semakin penyayang. Saat suami menyayangi istri dan setia, maka istri akan menjadi lebih perhatian...dampaknya...akan membuat keduanya mengasuh anak dengan perasaan baik yang melimpah...

Saat anak diberikan perasaan baik yang berlimpah, maka setiap potongan waktu yang dilaluinya akan terekam sebagai kenangan yang baik dan indah....kenangan inilah yang nanti akan membentuk kepribadiannya...

Memori manusia tidaklah bisa hilang. Ia akan tetap tersimpan sampai kapanpun. Setiap memori menyimpan "rasa", yang itu bisa perasaan baik atau perasaan buruk...perasaan baik misalnya bahagia, gembira, merasa dicintai, dihormati, dihargai,disayangi..sedangkan perasaan buruk misalnya, sedih, cemas, marah, takut, sombong, tidak sabar (ingin cepat mendapat yg di inginkan)....

Jika seorang anak diwaktu kecil mendapatkan banyak memori baik, maka ia akan mudah memunculkan perilaku, pikiran, perasaan yang baik saat ia dewasa...

Namun jika yang memenuhi otaknya adalah memori buruk, maka ia akan sangat sensitif dengan situasi yang membuatnya merasa buruk tersebut...karena hal ini akan memanggil kenangan-kenangan yang bermuatan perasaan buruk yang serupa....(misalkan anak yang selalu direndahkan oleh orangtuanya, ketika dewasa kemungkinan ia akan mengembangkan perilaku negatif saat merasa mendapat penolakan atau merasa direndahkan orang lain...)

Pada akhirnya, kita melalui suatu masa, tidak lebih hanya untuk menciptakan memori-memori yang baik untuk anak kita...memberi mereka perasaan yang baik..dan mengajarkan perilaku yang benar...

Pesan saya bagi orangtua....SEMBUHLAH...

Salam,

Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog


  The Author

Danang Baskoro, S.Psi., M.Psi